Rabu, 13 Maret 2013

Teori Tingkah Laku Konsumen dan Teori Nilai Guna



BAB 7
TEORI TINGKAH LAKU KONSUMEN : TEORI NILAI GUNA ( UTULITI )








KELOMPOK  3 :

MOH.AJI AFLAKHUDIN           (2013112004)
EVA ROSYIDAH                         (2013112005)
Dwi BAGUS PATRIOKO            (2013112006)
UMI HANIK                                 (2013112042)


Teori Tingkah Laku Konsumen: Teori Nilai Guna(Utiliti)
vTEORI NILAI GUNA(UTILITI)
Di dalam teori ekonomi kepuasan atau kenikmatan yang di peroleh seseorang dari mengkonsumsikan barang-barang dinamakan nilai guna (utiliti). Kalau kepuasan itu semakin tinggi maka makin tinggilah nilai gunanya.
Nilai guna perlu dibedakan di antara dua pengertian: nilai guna total dan nilai guna marjinal. Nilai guna total dapat diartikan sebagai jumlah seluruh kepuasan yang diperoleh dari mengkonsumsikan sejumlah barang tertentu. Sedangkan nilai guna marjinal berarti pertambahan (atau pengurangan)kepuasan sebagai akibat dan pertambahan(atau pengurangan)penggunaan satu unit barang tertentu.
v HIPOTESIS UTAMA TEORI NILAI GUNA
Hipotesis utama teori nilai guna atau hukum nilai guna marjinal semakin menurun, menyatakan bahwa tanbahan nilai guna yang akan diperoleh seseorang dari mengkonsumsikan suatu barang akan menjadi semakin sedikit apabila orang tersebut terus menerus menambah konsumsinya ke atas barang tersebut.
Pada akhirnya tambahan nilai guna akan menjadi negatif yaitu apabila konsumsi ke atas barang ditambah satu unit lagi, maka nilai guna total akan menjadi semakin sedikit.
TABEL 7.1
Nilai Guna Total dan Nilai Guna Marjinal dalam Angka
Jumlah buah mangga yang dimakan
Nilai guna total
Nilai guna marjinal
0
0
-
1
30
30
2
50
20
3
65
15
4
75
10
5
83
8
6
87
4
7
89
2
8
90
1
9
89
-1
10
85
-4
11
78
-7







v      PEMAKSIMUMAN NILAI GUNA

Setiap orang akan berusaha untuk memaksimumkan nilai guna dari barang-barang yang di konsumsikannya.
GAMBAR 7.1
Grafik Nilai Guna Total dan Marjinal
(i)Nilai Guna Total                                  (ii)Nilai Guna Marjinal


v      CARA MEMAKSIMUMKAN NILAI GUNA
Kalau harga setiap barang adalah bersamaan, nilai guna akan mencapai tingkat maksimum apabila nilai guna marjinal dari setiap barang adalah sama besarnya.
v      SYARAT PEMAKSIMUMAN NILAI GUNA
Syarat yang harus dipenuhi adalah: setiap rupiah yang dikeluarkan untuk membeli unit tambahan berbagai jenis barang akan memberikan nilai guna marjinal yang sama besarnya.
v      TEORI NILAI GUNA DAN TEORI PERMINTAAN
Dengan menggunakan teori nilai guna dapat di terangkan sebabnya kurva pemintaan bersifat menurun dari kiri atas ke kanan bawah yang menggambarkan bahwa semakin rendah harga suatu barang, semakin banyak permintaan ke atasnya. Ada dua faktor yang menyebabkan permintaan ke atas suatu barang berubah apabila harga barang itu mengalami perubahan: efek pengganti dan efek pendapatan.
Ø Efek penggantian   
Perubahan harga suatu barang mengubah nilai guna marjinal per rupiah dari barang yang mengalami perubahan harga tersebut. Kalau harga mengalami kenaikan, nilai guna marjinal per rupiah yang diwujudkan oleh barang tersebut menjadi semakin rendah.
Ø Efek pendapatan
Kalau pendapatan tidak mengalami perubahan  maka kenaikan harga menyebabkan pendapatan riil menjadi semakin sedikit. Penurunan harga suatu barang menyebabkan pendapatan riil bertambah, dari in akan mendorong konsumen menambah jumlah barang yang dibelinya. Uraian berikut menerangkan bagaimana teori utiliti dapat digunakan untuk membentuk kurva permintaan.



v     PARADOKS NILAI

·      Paradoks nilai yaitu Keanehan dalam menilai barang berdasarkan harganya dengan berdasarkan manfaatnya kepada kehidupan manusia. Di misalkan berlian dan air, harga berlian tinggi tetapi manfaatnya kepada manusia rendah. Sedangkan harga air rendah tetapi manfaatnya tinggi. Paradoks dapat di terangkan dengan menggunakan nilai guna.
·      Teori nilai guna memberikan penjelasan yang lebih tepat mengenai sebabnya terdapat perbedaan yang sangat nyata antara harga air dan berlian. Perbedaan tersebut disebabkan oleh nilai guna marjinal mereka yang sangat berbeda. Oleh karena air sangat mudah diperoleh maka orang akan mengkonsumsi air sehingga pada tingkat dimana nilai guna marjinal air sangat murah. Nilai guna marjinal air adalah begitu rendahnya sehingga orang baru mau menggunakan lebih banyak air apabila harganya sangat rendah sekali. Nilai guna marjinallah yang menentukan apakah suatu barang itu mempunyai harga yang tinggi atau rendah.

v     SURPLUS KONSUMEN

·      Surplus konsumen berarti perbedaan di antara kepuasan yang diperoleh seseorang di dalam mengkonsumsikan sejumlah barang dengan pembayaran yang harus dibuat untuk memperoleh barang tersebut.
·      Surplus konsumen juga bisa diartikan sebagai kelebihan kenikmatan konsumen dalam mengkonsumsi sesuatu barang apabila dibandingkan dengan pembayaran yang perlu dilakukan untuk memperoleh barang tersebut.
Contoh:
Seorang konsumen pergi ke pasar membeli mangga dan bertekad membeli satu buah yang cukup besar apabila harganya Rp 1500. Sesampainya di pasar dia mendapati bahwa mangga yang diinginkannya hanya berharga Rp 1000. Jadi ia dapat memperoleh mangga yang diinginkannya dengan harga Rp 500 lebih murah daripada harga yang bersedia dibayarkannya.
Nilai Rp 500 ini dinamakan surplus konsumen.


v     KESIMPULAN

·      Teori tingkat laku konsumen menerangkan tentang perilaku konsumen di pasaran, yaitu menerangkan sikap konsumen dalam membeli dan memilih barang yang akan dibelinya. Teori ini dikembangkan dalam dua bentuk: teori utiliti dan analisis kepuasan sama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar