BAB
7
TEORI TINGKAH LAKU
KONSUMEN : TEORI NILAI GUNA ( UTULITI )
KELOMPOK
3 :
MOH.AJI
AFLAKHUDIN (2013112004)
EVA
ROSYIDAH (2013112005)
Dwi
BAGUS PATRIOKO (2013112006)
UMI
HANIK (2013112042)
Teori
Tingkah Laku Konsumen: Teori Nilai Guna(Utiliti)
vTEORI NILAI GUNA(UTILITI)
Di
dalam teori ekonomi kepuasan atau kenikmatan yang di peroleh seseorang dari
mengkonsumsikan barang-barang dinamakan nilai
guna (utiliti). Kalau kepuasan itu semakin tinggi maka makin tinggilah
nilai gunanya.
Nilai
guna perlu dibedakan di antara dua pengertian: nilai guna total dan nilai
guna marjinal. Nilai guna total
dapat diartikan sebagai jumlah seluruh kepuasan yang diperoleh dari
mengkonsumsikan sejumlah barang tertentu. Sedangkan nilai guna marjinal berarti
pertambahan (atau pengurangan)kepuasan sebagai akibat dan pertambahan(atau
pengurangan)penggunaan satu unit barang tertentu.
v HIPOTESIS UTAMA TEORI NILAI GUNA
Hipotesis
utama teori nilai guna atau hukum nilai guna marjinal semakin menurun,
menyatakan bahwa tanbahan nilai
guna yang akan diperoleh seseorang dari mengkonsumsikan suatu barang akan
menjadi semakin sedikit apabila orang tersebut terus menerus menambah
konsumsinya ke atas barang tersebut.
Pada
akhirnya tambahan nilai guna akan menjadi negatif yaitu apabila konsumsi ke
atas barang ditambah satu unit lagi, maka nilai guna total akan menjadi semakin
sedikit.
TABEL 7.1
Nilai Guna Total dan Nilai Guna
Marjinal dalam Angka
|
Jumlah buah mangga yang dimakan
|
Nilai guna total
|
Nilai guna marjinal
|
|
0
|
0
|
-
|
|
1
|
30
|
30
|
|
2
|
50
|
20
|
|
3
|
65
|
15
|
|
4
|
75
|
10
|
|
5
|
83
|
8
|
|
6
|
87
|
4
|
|
7
|
89
|
2
|
|
8
|
90
|
1
|
|
9
|
89
|
-1
|
|
10
|
85
|
-4
|
|
11
|
78
|
-7
|
v PEMAKSIMUMAN NILAI GUNA
Setiap
orang akan berusaha untuk memaksimumkan nilai guna dari barang-barang yang di
konsumsikannya.
GAMBAR 7.1
Grafik Nilai Guna Total dan Marjinal
(i)Nilai Guna Total (ii)Nilai
Guna Marjinal
v CARA MEMAKSIMUMKAN NILAI GUNA
Kalau
harga setiap barang adalah bersamaan, nilai guna akan mencapai tingkat maksimum
apabila nilai guna marjinal dari setiap barang adalah sama besarnya.
v SYARAT PEMAKSIMUMAN NILAI GUNA
Syarat
yang harus dipenuhi adalah: setiap rupiah yang dikeluarkan untuk membeli unit
tambahan berbagai jenis barang akan memberikan nilai guna marjinal yang sama
besarnya.
v TEORI NILAI GUNA DAN TEORI PERMINTAAN
Dengan
menggunakan teori nilai guna dapat di terangkan sebabnya kurva pemintaan
bersifat menurun dari kiri atas ke kanan bawah yang menggambarkan bahwa semakin
rendah harga suatu barang, semakin banyak permintaan ke atasnya. Ada dua faktor
yang menyebabkan permintaan ke atas suatu barang berubah apabila harga barang
itu mengalami perubahan: efek pengganti
dan efek pendapatan.
Ø Efek penggantian
Perubahan harga suatu barang mengubah nilai
guna marjinal per rupiah dari barang yang mengalami perubahan harga tersebut.
Kalau harga mengalami kenaikan, nilai guna marjinal per rupiah yang diwujudkan
oleh barang tersebut menjadi semakin rendah.
Ø Efek pendapatan
Kalau pendapatan tidak mengalami
perubahan maka kenaikan harga
menyebabkan pendapatan riil menjadi semakin sedikit. Penurunan harga suatu
barang menyebabkan pendapatan riil bertambah, dari in akan mendorong konsumen
menambah jumlah barang yang dibelinya. Uraian berikut menerangkan bagaimana
teori utiliti dapat digunakan untuk membentuk kurva permintaan.
v PARADOKS NILAI
·
Paradoks nilai yaitu Keanehan dalam menilai barang
berdasarkan harganya dengan berdasarkan manfaatnya kepada kehidupan manusia. Di
misalkan berlian dan air, harga berlian tinggi tetapi manfaatnya kepada manusia
rendah. Sedangkan harga air rendah tetapi manfaatnya tinggi. Paradoks dapat di
terangkan dengan menggunakan nilai guna.
·
Teori nilai guna memberikan penjelasan yang lebih tepat
mengenai sebabnya terdapat perbedaan yang sangat nyata antara harga air dan
berlian. Perbedaan tersebut disebabkan oleh nilai guna marjinal mereka yang
sangat berbeda. Oleh karena air sangat mudah diperoleh maka orang akan
mengkonsumsi air sehingga pada tingkat dimana nilai guna marjinal air sangat
murah. Nilai guna marjinal air adalah begitu rendahnya sehingga orang baru mau
menggunakan lebih banyak air apabila harganya sangat rendah sekali. Nilai guna
marjinallah yang menentukan apakah suatu barang itu mempunyai harga yang tinggi
atau rendah.
v SURPLUS KONSUMEN
·
Surplus konsumen berarti perbedaan di antara kepuasan yang
diperoleh seseorang di dalam mengkonsumsikan sejumlah barang dengan pembayaran
yang harus dibuat untuk memperoleh barang tersebut.
·
Surplus konsumen
juga bisa diartikan sebagai kelebihan kenikmatan konsumen dalam mengkonsumsi
sesuatu barang apabila dibandingkan dengan pembayaran yang perlu dilakukan
untuk memperoleh barang tersebut.
Contoh:
Seorang
konsumen pergi ke pasar membeli mangga dan bertekad membeli satu buah yang
cukup besar apabila harganya Rp 1500. Sesampainya di pasar dia mendapati bahwa
mangga yang diinginkannya hanya berharga Rp 1000. Jadi ia dapat memperoleh
mangga yang diinginkannya dengan harga Rp 500 lebih murah daripada harga yang
bersedia dibayarkannya.
Nilai
Rp 500 ini dinamakan surplus konsumen.
v KESIMPULAN
·
Teori tingkat
laku konsumen menerangkan tentang perilaku konsumen di pasaran, yaitu
menerangkan sikap konsumen dalam membeli dan memilih barang yang akan
dibelinya. Teori ini dikembangkan dalam dua bentuk: teori utiliti dan analisis
kepuasan sama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar