SISTEM KETUHANAN
Di masa pra Islam, orang-orang jahiliyah menganut
sebuah agama yang diwariskan oleh nenek moyang mereka, sementara Nabi Muhammad
sebelum diangkat menjadi Rasul, beliau menganut agama yang dibawa oleh Nabi
Ibrahim. Sebelum kedatangan Islam yang dibawa oleh Muhammad, mayoritas
masyarakat bangsa Arab merupakan penyembah berhala, kecuali sebagian kecil
menganut agama Yahudi dan Nasrani. Selain penyembah berhala, ada juga yang
menyembah matahari, bintang, dan angin. Di antara mereka ada yang atheis, tidak
mempercayai Tuhan YME., adanya hari pembalasan, dan tidak mempercayai keabadian
jiwa manusia. Setiap daerah dan suku mempunyai dewa dewi (berhala). Pada
umumnya, bangsa Arab saat itu menjadikan berhala sebagai sesuatu yang sangat
dekat dengan mereka, yang dianggap membimbing dan menentukan kehidupan mereka.
Oleh karenanya, masyarakat Arab pada saat itu disebut sebagai penyembah berhala
atau paganisme. Hal yang menyebabkan bangsa Arab menyembah berhala,yaitu setiap
mereka pergi keluar kota Mekkah, mereka selalu membawa batu yang diambil dari
sekitar Ka’bah, mereka menyucikan batu dan menyembahnya dimanapun mereka
berada. Lama kelamaan, kemudian berkembang dengan dibuatkan patung yang terbuat
dari batu untuk disembah dan orang-orang selalu mengelilinginya [thawaf]. Di
antara berhala yang paling dipuja mereka adalah Al-Uzza, Al-Latta,Manah, dan
Hubbal. Tidak kurang dari 360 berhala yang ditata disekeliling kabah untuk
disembah. Setiap tahun masyarakat Arab datang ke ka’bah untuk
melakukan.penyembahan massal terhadap berhala tersebut, bersamaan dengan
diselenggarakannya pekan raya yang dikenal dengan Pekan Raya Ukaz.
SISTEM POLITIK DAN HUKUM
Pada umumnya mereka tidak memiliki sistim pemerintahan
dan hukum yang ideal, dan tidak mengindahkan nilai-nilai moral. Tingkat
keberagamannya hampir kembali pada masyarakat primitif yang jauh dari
nur-ilahi. Mereka terpecah belah menjadi berbagai suku yang saling bermusuhan
sehingga secara politis tidak mengenal sistim pemerintahan pusat yang dapat
mengendalikan perpecahan dan permusuhan.Sebagian mereka belum mengenal sistim
hukum. Hukum yang berlaku bagaikan hukum rimba, yang kuat menindas yang lemah.
Bangsa Arab pra-Islam di sekitar Mekah, khususnya suku Quraisymengembangkan
“sistem pemerintahan oligarki” yang membagi-bagi kekuasaan berdasarkan
bidang-bidang tertentu. Ada kabilah tertentu yang bertugas menangani masalah
peribadatan, ada yang bertugas menangani bidang pertahanan, ada pula yang
bertugas dalam pengembangan perekonomian.
ISTEM SOSIAL DAN MORAL
Dalam kondisi sosial dan moral, khususnya yang
berkaitan dengan martabat kaum wanita, masyarakat Arab pra-Islam memandang
bahwa wanita ibarat barang mainan, binatang piaraan, atau lebih hina. Wanita
sama sekali tidak mendapatkanpenghormatan sosial dan tidak memiliki hak apa
pun. Derajat wanita pada waktu itumenempati kedudukan yang terendah sepanjang
sejarah umat manusia.
SISTEM KEBUDAYAAN
Dari segi kebudayaan, masyarakat Arab terkenal mahir
dalam bidang bahasa dan syair (sastra). Bahasanya sangat kaya sebanding dengan
bahasa bangsa Eropa dewasa ini. Bangsa Arab mengabdikan peristiwa-peristiwa
dalam syair yang diperlombakan setiap tahun di pasar seni Ukaz, Majinnah, dan
Zu Majaz. Bagi yang memiliki syair yang bagus, ia akan mendapat hadiah, dan
mendapatkan kehormatan
SISTEM PENDIDIKAN
Lingkungan bangsa Arab sebelum Islam adalah padang
pasir yang tandus perjalanan kehidupan sepanjang hari dan malam, tidak
menemukan suatu kehidupan lain. Sesungguhnya lingkungan seperti ini, membuat
bangsa yang bermukim disitu,jauh dari ilmu pengetahuan dan peradaban, karena
diantara factor yang terpenting dalam penyebaran ilmu pengetahuan adalah
kemudahan transportasi, dan banyaknya dinamika serta komunikasi yang tetap
dengan dunia luar. Demikianlah keadaan bangsa Arab di zaman jahiliah, tiada
bagi mereka satupun dalam ilmu pengetahuan,bahkan tiada satupun kehidupan yang
rasional tampak disana. Akan tetapi yang berkembang dikalangan mereka ialah
kebodohan, dan yang merata bagi mereka adalah kebutaan dalam tulis baca. Adapun
pengetahuan mereka yang umum dikenal adalah khurafat [cerita bohong] dan
dongeng-dongeng. Tidak mengherankan bahwa wahyu [ayat] yang pertama diturunkan
itu adalah suatu perintah yang jelas dan tegas kepada Nabi, agar beliau
membaca, padahal beliau tidak dapat membaca. Ayat itujuga berseru agar beliau
belajar menulis dengan kalam [pena], padahal beliau berada dalam lingkungan
yang belum pernah belajar atau mengajar. Islam adalah agama ilmudan
kesejahteraan. Pendidikan islam pada masa pertumbuhan,pada masa perkembangannya,
juga pada masa-masa yang berikutnya, memiliki dua sasaran, yaitu :
1. kepada pemuda, yaitu pewarisan ajaran islam kepada
generasi muda (sebagai generasi penerus) kebudayaan islam dengan pendidikan
islam. 2. kepada masyarakat lain yang belum menerima ajaran islam, artinya
penyampaian ajaran islam dan usaha internalisasinya dalam masyarakat yang belum
dan baru menerima ajaran islam yang lazim disebut dengan dakwah islam. Tujuan
dari dakwah ini tak lain adalah agar mereka menerima ajaran islam sebagai suatu
sistem kehidupan.
SISTEM PEREKONOMIAN
Secara geografis dan demografis, wilayah Arab
merupakan daerah gersang dan mata pencaharian sebagian besar penduduknya adalah
beternak. Kelompok bangsawan menguasai hubungan perdagangan domestik dan luar
negeri. Sistim perekonomian didominasi oleh kaum aristokrat yang konglomerat.
Masyarakat pada umumnya miskin dan menderita, sebagai akibat dari kesenjangan
sosial ekonomi yang melahirkan ketidakadilan dan penindasan. Keberhasilan Mekah
menjadi pusat perdagangan internasional, terwujud karena kejelian Hasyim, tokoh
penting suku Quraisy yang merupakan kakek buyu tMuhammad saw, dalam mengisi
kekosongan peranan suku bangsa lain di dalam bidang perdagangan di Mekah
sekitar abad ke enam masehi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar